Waspada Sianosis Pada Saat Hamil

Fase kehamilan merupakan fase terberat yang dirasakan oleh sebagian wanita. Karena, sistem kekebalan tubuh seorang wanita dapat berubah – ubah secara drastic apabila sedang berada di fase ini. Berbagai penyakit dan infeksi sangatlah rentan masuk kedalam tubuhnya. Hal ini yang sering kali membuat suami merasa khawatir. Kesehatan istri dan si jabang bayi harus selalu diperhatikan dengan melakukan kontrol rutin  ke dokter kandungan.

Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi beberapa gejala penyakit yang ibu hamil rasakan saat masa kehamilan. Anda tidak perlu khawatir, hal ini terbilang wajar karena perubahan siklus hormon pada ibu hamil yang terjadi bisa saja mempengaruhi keadaan fisik ibu hamil. Kendati demikian, anda tidak bisa menyepelekan gejala – gejala yang terjadi pada ibu hamil saat masa kehamilan. Salah satunya gejala sianosis.

Sianosis merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang ibu hamil. Kenali gejala dan tanda – tandanya tubuh anda mengalami sianosis. Biasanya penderita sianosis dapat teridentifikasi berdasarkan warna kebiruan yang terdapat pada mulut dan bibir. Tanda fisik kebiruan pada kulit dan selaput lendir terjadi akibat kadar oksigen dalam sel darah merah yang rendah yang terjadi didalam tubuh. Rendahnya kadar protein (Hemoglobin) didalam tubuh yang berfungsi menghambat penyaluran oksigen ke dalam sel darah merah  juga salah satu pemicu terjadinya sianosis.

Kadar oksigen rendah membuat darah terhambat sehingga memberikan dampak kulit seseorang menjadi biru seperti luka lebam. Sebaliknya, darah yang memiliki kadar oksigen yang cukup akan berwarna merah terang. Rendahnya kadar oksigen pada darah, membuat karbondioksida  meninggi. Untuk mengetahuinya Kita dapat melihatnya, dengan memperhatikan bagian lapisan – lapisan kulit yang tipis seperti bibir, mulut, dan selaput lendir.

Selain pada kulit, kuku juga bisa menjadi tanda anda mengidap sianosis. Darah yang terhambat mengalirkan oksigen ke jari tangan dapat merubah warna kuku anda menjadi biru. Adapun penyebab warna kuku menjadi biru tidak hanya karena sianosis saja. Kuku berubah warna menjadi biru juga dapat disebabkan akibat sesak napas, bawaan penyakit jantung, gangguan pada paru – paru dan perubahan suhu yang drastis misalnya dari panas ke dingin.

Sianosis juga kerap terjadi pada Ibu hamil, terkadang sianosis pada ibu hamil  ditandai dengan gejala sesak napas pada trimester pertama, hal ini  dikarenakan adanya pelebaran pada tubuh yang terjadi saat masa kehamilan, sehingga menyulitkannya untuk bergerak bebas seperti biasa. Kedua dipicu oleh perubahan hormon. Karena itulah sangat dianjurkan agar ibu hamil lebih sering untuk mengambil napas panjang agar oksigen yang masuk kedalam tubuh dapat dialirkan darah dengan sempurna. Mengambil napas panjang juga sangat penting bagi janin agar si jabang bayi mendapat suplay oksigen yang mencukupi dalam kandungan.

Anda bisa sedikit mengurangi rasa sesak napas dengan memposisikan cara duduk yang benar. Duduk dengan bersandar, lalu tidak membungkuk dan usahakan menegakkan tubuh anda dengan menarik bahu ke belakang. Gerakan ini juga dapat membuat anda merasa lebih nyaman dan rilex sehingga memudahkan untuk mengatur napas. Usahakan untuk lebih rilex dan tidak panik saat memposisikan tubuh anda seperti ini. Sebab, stress dan cemas dapat menjadi pemicu terjadinya sesak napas pada seseorang.

Adapun gejala lain selain yang disebutkan diatas, sianosis juga dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut, denyut jantung yang cepat, dan nyeri pada dada. Segeralah periksa diri anda ke dokter apabila anda mengalami hal – hal demikian, yang menjadi penyebab sianosis bersarang pada tubuh anda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *